Pernah nggak kamu denger berita bunuh diri, mengakhiri hidup dengan jalan pintas, alias melawan kodrat ilahi Robbi, kemudian meninggalkan catatan, bukan catatan yang dibuat-buat kayak kasus pembunuhan ya, bukan. Namun memang sengaja memberi pesan atau ungkapan perasaan hati atas kepedihan hidupnya untuk yang masih hidup. Bisa permintaan maaf, curhatan hati, diary dan lain sebagainya. Jangan ya dek ya….
Janganlah mengakhiri hidup dengan cara instan seperti menenggak cairan insektisida, gantung diri, memotong nadi, bahkan ada yang dengan cara mencampur kopi dengan sianida. Astaghfirullahal’adziim…
Jika kita mau menengok lebih jauh, kasus bundir (bunuh diri) di Jepang sangatlah tinggi ya, sebabnya pun beragam, ada yang di-bully habis-habisan, putus cinta, pemutusan hubungan kerja dan lain – lain. SobatPena, seberat apapun masalahmu jangan melakukan tindakan seperti itu. Mari buka mata, buka hati dan buka akal sehat kita, jangan merasa paling menderita di dunia. Cobalah tengok saudara – saudara kita yang ada di Palestina yang tiap hari penuh derita dan air mata, harus bisa bertahan hidup dan berjuang sendirian melawan Zionis. Kita harus berfikir positif atas apa yang terjadi dalam diri kita, bisa jadi Allah SWT akan memberikan rahmat dan karunia Nya yang luar biasa pada diri kita. Be, positivife thinking ya…
FYI ya SobatPena, Rasulullah SAW, sosok panutan dan teladan kita pun, apakah kira – kira beliau semasa hidupnya dalam keadaaan happy – happy saja terus, tidak. Saat beliau lahir, ayahanda beliau telah tiada, kurang fatherless apa coba. Jika SobatPena merasa berat jika ditinggal ayah, atau ada ayah namun tidak menjalankan peran sebagai ayah yang baik, begitu pula dengan Rasulullah SAW pun merasakan hal yang sama.
Rasulullah SAW juga pernah dilempari batu hingga berdarah – darah ketika sedang berdakwah, dan ketika malaikat penjaga gunung datang menawarkan untuk menimbun gunung kepada yang berbuat keji pada beliau SAW, namun ditolaknya. Bahkan, jawaban beliau SAW seperti yang ditulis dalam Sirah Nabawiyah sungguh sangat meneduhkan dan menyejukkan hati, tidak ada rasa dendam sedikit pun. Beliau berkata, “Bahkan aku berharap kepada Allah, Dia mengeluarkan dari kalangan mereka orang – orang yang menyembah Allah semata dan tidak menyekutukan sesuatu pun dengan Nya”. Masyaallah mulia sekali hati beliau.
Oleh karena itu SobatPena, kalau ada masalah bisa sharing kepada teman yang dapat dipercaya dan amanah. Lebih – lebih bisa curhat dan bermunajah kepada Allah SWT dalam gelar sajadah di tengah malam nan sunyi, juga dalam sujud akhir yang khusyu’. [Kang Ranto]
Wallahu a’lam…




