Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Rembang mencatat bahwa pada tahun 2024 terdapat 15 kasus bunuh diri. Dan pada tahun 2025, terdapat 9 kasus bunuh diri sampai bulan November ini. Kasus-kasus tersebut dilatar belakangi oleh berbagai permasalahan seperti ekonomi, percintaan, kesehatan dsb. Dilakukan oleh berbagai strata social, usia baik laki-laki ataupun perempuan.
Sementara itu, seperti dirilis dilaman rembangkab.bps.go.id, tercatat pada tahun 2023 ada 121 pondok pesantren yang tersebar di seluruh Kabupaten Rembang. Sedangkan berdasarkan data pada tahun 2020 tercatat ada 252 ulama, 2.148 khatib, dan 1.102 orang mubaligh/mubalighah. Bahkan sering sekali mengadakan acara seperti pengajian rutinan, tabligh akbar ataupun shalawatan dengan mengundang berbagai kyai terkenal dengan biaya besar yang kemudian dijadikan seperti tradisi yang semakin lama kian merebak. Baik itu di kotanya maupun di desa-desa yang dihadiri oleh warganya. Dengan biaya mandiri ataupun support dari lembaga pemerintah.
Sungguh fenomena tersebut merupakan fakta yang sulit untuk diabaikan. Banyak kasus bunuh diri alias putus harapan hidup di wilayah yang religius.
Cara Pandang Islam Terhadap Permasalahan Kehidupan
Allah SWT berfirman dalam Surat Al Baqarah ayat 155 yang artinya,
Dan sungguh akan Kami berikan cobaan kepadamu, dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. Dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar.
Sejalan dengan itu, Rasulullah SAW juga bersabda dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Imam Tirmidzi yang artinya,
Seseorang akan diuji sesuai dengan kadar agamanya. Jika agamanya kuat, maka akan ditambah ujiannya. Jika agamanya lemah, maka akan diringankan ujiannya.
Kedua nash tersebut membuktikan bahwa setiap manusia akan mendapatkan ujian dariNya dengan berbagai macam ujian. Baik dia adalah manusia yang kadar agamanya kuat ataupun lemah.
Lantas kenapa banyak Muslim yang melakukan bunuh diri? Hal ini didasari karena kebingungan kaum Muslim dalam berideologi. Kapitalis dengan HAM nya memberikan peluang kebebasan manusia dalam berpikir dan bertindak. Baik dia seseorang yang beragama ataupun tidak, pemikiran dan tingkah lakunya disandarkan pada nafsunya masing-masing. Tak heran jika ketika seseorang menghadapi kesempitan atau kebosanan hidup, lebih memilih mengakhiri hidupnya dengan bunuh diri sebagai solusi dari permasalahan yang sedang di hadapinya. Begitu gampangnya seorang muslim mengakhiri hidupnya tanpa berpikir dampak pada kehidupan akhiratnya. Sedangkan Sosialis yang tidak meyakini adanya Tuhan, begitupun demikian. Bahkan mereka mempunyai tradisi harakiri ketika mereka merasa terancam ataupun melakukan sebuah kesalahan. Bahkan mati dengan harakiri bisa dianggap terhormat.
Karena sistem negara saat ini adalah kapitalis sekuler, maka tak sedikit pula kaum muslim yang berpikir layaknya sosialis dalam menghadapi permasalahan kehidupannya dan tak lagi menjadikan syari’at Islam sebagai tolok ukurnya.
Jadi, meskipun sebuah daerah/negara yang mayoritas agamanya adalah Islam, meskipun banyak ulama, khotib, mubaligh, pondok pesantren dengan segala kegiatan religiusnya, tidak mampu memberikan pengaruh kebangkitan. Bahkan tidak mampu mengubah pemikiran dan tindakan warganya sesuai dengan syari’at Islam. Karena Islam tidak lagi didakwahkan secara kaffah, jelas, jujur dan terang-terangan.
Umat tidak mempunyai contoh riil di dalam kesehariannya dari ulama, khatib, mubaligh. Bahkan, acara keagamaan hanya sekedar untuk menarik massa dan manfaat dunia. Dan pada faktanya kaum muslim yang berusaha taat kepada Rabb dan RasulNya pun dipersulit untuk mendakwahkan Islam secara kaffah.
Semakin kesini umat Islam menjadi kehilangan arah tujuan hidupnya di tengah himpitan permasalahan duniawi. Sehingga bunuh diri menjadi solusi praktisnya. Naudzubillah mindzaliik.
Lalu adakah solusi selain bunuh diri? Tentunya ada, ketika kita menjadikan Islam sebagai ideologi kita. Bahkan sudah diberikan contoh oleh Rasulullah SAW sejak 1.400 tahun lalu.
Allah SWT berfirman dalam surat Al Baqarah ayat 156-157 yang artinya,
Yaitu orang-orang yang apabila ditimpa musibah, mereka mengucapkan: “Inna lillaahi wa innaa ilaihi raaji’uun”. Mereka itulah yang mendapat keberkatan yang sempurna dan rahmat dari Tuhan mereka dan mereka itulah orang-orang yang mendapat petunjuk.
Dalam surat Az Zumar ayat 10 yang artinya,
Sesungguhnya hanya orang-orang yang bersabarlah yang dicukupkan pahala mereka tanpa batas.
Dan dalam surat Al Baqarah ayat 45 yang artinya,
Jadikanlah sabar dan shalat sebagai penolongmu. Dan sesungguhnya yang demikian itu sungguh berat, kecuali bagi orang-orang yang khusyu’.
Dari ketiga ayat di atas, Allah memberikan solusi atas segala ujian dan permasalahan hidup kita dengan sabar dan sholat selain mengikuti aturan syariat Nya.
Kita pun sebagai seorang muslim wajib meyakini bahwa qadha dan qadarNya, baik buruknya dari Allah. Maka yang sedang diujikan pada saat ini adalah yang terbaik dari Allah.
Peran Negara Dalam Menjaga Aqidah Umat Islam Adalah Kewajiban
Dalam pandangan Islam, salah satu peran Daulah Islam adalah menjaga umat muslim agar tetap lurus aqidahnya yaitu beraqidah Islam. Negara wajib mendakwahi umat secara kaffah, jujur, jelas dan terang-terangan. Begitu pula dalam kasus bunuh diri ini. Umat menjadi paham bagaimana caranya menghadapi ujian atau permasalahan hidupnya. Sehingga warga negaranya tidak lagi menjadikan bunuh diri menjadi solusi dari permasalahannya. Umat paham betul bahwa ujian adalah bentuk kasih sayang Allah kepada hambaNya. Apabila seorang hamba mampu untuk tetap taat kepada Allah dan RasulNya, maka untuknya balasan kenikmatan tiada tara.
Hal ini sejalan dengan firman Allah SWT dalam surat An Nisa ayat 13 yang artinya,
Barangsiapa taat kepada Allah dan Rasul-Nya, niscaya Allah memasukkannya kedalam surga yang mengalir didalamnya sungai-sungai, sedang mereka kekal di dalamnya; dan itulah kemenangan yang besar.
Dan sebaliknya, berputus asa dari rahmat dan karuniaNya, hukumnya adalah haram. Bagi para pelakunya akan mendapatkan adzab yang pedih. Salah satu nash dari ancaman tersebut adalah firman Allah SWT dalam Al Qur’an surat Al Ankabut ayat 23 yang artinya,
Dan orang-orang yang kafir terhadap ayat-ayat Allah dan pertemuan dengan Dia, mereka putus asa dari rahmat-Ku, dan mereka itu mendapat azab yang pedih.
Negara pun wajib meng-counter pandangan-pandangan atau ajakan-ajakan yang menjadikan bunuh diri sebagai solusi. Begitupun permasalahan cabang lainnya semisal ekonomi, kesehatan, percintaan dan lain sebagainya. Negara juga wajib memberikan solusi sesuai dengan syariat Islam. [ Ummu Maryam (Pegiat Literasi Islam) ]
Wallahu a’lam.





