Warnailah Puasamu Dengan Islam Kaffah, Agar Jadi Berkah

Ya, gegap gempita puasa mengharu biru. Di beberapa momen penulis, tak sadar mengalir air mata jatuh di pipi, entah teringat momen syahdunya ramadhan, entah menangisi dosa yang berserak tahun-tahun yang lalu, ataukah sesuatu yang lain dan kini Allah masih beri kita hidangan bernama bulan Ramadhan, momen yang tepat untuk memanen pahala, untuk mendekatkan diri dengan Rabb Sang Pemilik Jagad Raya.

Banyak orang – orang di sekitar kita misalnya yang ngabuburit malah diisi dengan hal yang sia-sia, wara wiri kesana sini dengan seseorang yang tidak halal jika bersentuhan dengannya. Puasanya sih bagus, namun ibadah puasa jangan diisi dengan keharaman bernama pacaran. Dengan judul yang bernama bukber, bagaimana orangtua dengan mudahnya membiarkan anak perempuannya dibonceng laki-laki yang bukan suami atau mahramnya.

Bacaan Lainnya

Pembiaran dan penormalisasian perbuatan buruk memang bisa berdampak pada semuanya, tidak hanya pelakunya. Pacaran yang jelas-jelas gerbang lebar menuju perzinaan, kini dianggap hal yang tidak tabu lagi. Media-media dengan sinetron dan podcast-podcastnya tidak malu lagu berbicara tentang aib-aibnya, tentang betapa bangganya berganti-ganti pasangan pacar.

Mari kemudian kita menginsafi diri dan bermuhasabah, memperkuat akidah kita serta tetap bersuara baik soal agama ini. Marilah sejenak kita resapi hadits Rasulullah SAW berikut,

Jika zina dan riba sudah menyebar di suatu kampung maka sesungguhnya mereka telah menghalalkan azab Allah atas diri mereka sendiri.” (HR. Al-Hakim, Al-Baihaqi dan Ath-Thabrani).

Ya, kita tidak salah dengar, zina sudah menyebar, sebab sudah sedemikian rusak pola pikir kaum muslim, akibat pemisahan agama dari kehidupan, agama yang hanya “boleh” diucap di mimbar-mimbar khutbah dan tabligh akbar. Sekali lagi mari kita berkaca bersama untuk senantiasa perbaiki diri dan keluarga. Mengingatkan masyarakat bahwa sangat butuh dan urgent dengan adanya sebuah sistem yang benar-benar menjaga jiwa dan keturunan umat manusia. Sebuah aturan hidup yang jelas, tegas dan memanusiakan manusia bernama aturan Islam. Yang ada tindakan preventif untuk menanggulangi perzinaan, juga memberi hukuman yang tegas dan bikin jera semuanya. Semoga. Aamiin.

Wallahu a’lam. [Kang Ranto]

Pos terkait