Mudahnya Pacaran di Era Gen Z

pacaran

Sepoi-sepoi angin malam menjalar ke tubuh, sayup pelan namun sungguh menusuk, sepasang muda-mudi yang nampaknya belum terikat sebuah ikatan pernikahan, lalu lalang berboncengan sepeda motor, nampak begitu mesranya seolah dunia itu milik mereka berdua, sementara yang lain itu hanya figuran film, yang muncul hanya sekelebat saja.

Ah, nampaknya masa muda itu indah, begitulah alur cerita sinetron – sinetron yang tak mendidik. Bagaimana sekolah yang jadi ranah menuntut ilmu, malah masif ditampilkan adegan romansa percintaan. Dan itu terjadi hampir di semua sekolah dan satuan pendidikan, mulai dari SD sampai SMA. Tak pelak jika budaya pacaran menjadi tidak tabu lagi, yang awalnya cie-ciean di kelas, lanjut ke chat-chatan, lantas di akhir pekan memadu kasih berboncengan, di hembus sepoi angin malam yang dingin.

Bacaan Lainnya

Begitulah kiranya kondisi remaja sekarang yang jauh dari aturan baik secara sosial maupun secara agama. Rasa malu itu kian terkikis oleh zaman. Zaman dimana kita hidup dalam mencapai hal instan begitu diagung-agungkan. Zaman dimana hamil di luar nikah seolah bukan hal tabu. Main-main ke kamar lawan jenis yang tidak ada hubungan mahram seolah orangtua tutup mata. Zaman dimana banyak gadis desa yang lugu tersandung asmara semu di kota, saat merantau atau menempuh study di perguruan tinggi.

Keluh kesah penulis sebagai ayah dari seorang putri terhadap kehidupan dan pergaulan muda – mudi saat ini sungguh menyesakkan dada. Dari hal yang nampaknya kecil bagi banyak kalangan, bila banyak dilakukan akan menjadi sebuah kerusakan yang masif. Bila hancur wanita, rusak moralnya, maka akan kemana generasi selanjutnya diharapkan? Generasi emas, bukan generasi yang dikit-dikit lemas, karena dingambekin pasangan yang tidak halal baginya.

Dalam Islam, pacaran dilarang. Sebagaimana dalam sabda Rasulullah SAW sebagai berikut.

لاَ يَخْلُوَنَّ رَجُلٌ بِامْرَأَةٍ إِلاَّ مَعَ ذِى مَحْرَمٍ

Artinya: “Janganlah seorang laki-laki berduaan dengan seorang wanita kecuali jika bersama mahromnya.” (HR. Bukhari)

Rasul SAW juga bersabda,

أَلاَ لاَ يَخْلُوَنَّ رَجُلٌ بِامْرَأَةٍ لاَ تَحِلُّ لَهُ ، فَإِنَّ ثَالِثَهُمَا الشَّيْطَانُ ، إِلاَّ مَحْرَمٍ

Artinya: “Janganlah seorang laki-laki berduaan dengan seorang wanita yang tidak halal baginya, karena sesungguhnya syaithan adalah orang ketiga di antara mereka berdua kecuali apabila bersama mahromnya.” (HR. Ahmad)

Demikianlah Islam mengatur hubungan antara laki – laki dan perempuan yang bukan mahromnya agar terhindar dari perbuatan keji dan maksiat.

Di dalam Islam pula telah diatur hubungan antara laki-laki dan perempuan. Hubungan mahram, seperti ayah dan anak perempuannya, kakak laki-laki dan adik perempuannya atau sebaliknya.

Rusaknya sistem kapitalisme lah yang menyebabkan pergaulan muda mudi bebas tanpa aturan. Karena di dalam sistem kapitalisme menghargai kebebasan bertingkah laku sesuai kehendaknya.

Astaghfirullah, ampuni kami semua ya Rabb, yang masih jauh dari keparipurnaan syariatMu yang benar-benar menjaga dan memuliakan wanita, dari jerat lelaki buaya.

Selain perbanyak mohon ampun sebagai individu, lebih penting lagi kita selalu berusaha giatkan suara kita kepada masyarakat umum dengan memberikan pemahaman yang benar dan komprehensif tentang bagaimana seharusnya bersikap di tengah gencarnya pemikiran – pemikiran sekuler dan rusak yang merasuk di dalam generasi saat ini -Generasi Z- serta menyodorkan Islam sebagai solusi atas segala problematika yang muncul dalam masyarakat khususnya terhadap kehidupan dan pergaulan remaja saat ini, agar menjadi masyarakat yang bertaqwa, juga yang lebih penting lagi dan lagi, ada institusi berupa negara yang menerapkan segala aspek syariat Islam dalam sendi kehidupan, termasuk memuliakan wanita dengan segala aturan yang melindunginya. [ Sahabat Pena: Kang Ranto ]

Wallahu a’lam…

Pos terkait