Ya namanya anak kecil, kita sebagai orangtua ya mesti banyak sabarnya, tak sedikit tingkahnya menjadi tantrum. Sementara tantrum sendiri dapat diartikan kemarahan dengan amukan karena ketidakmampuan mengungkapkan keinginan atau kebutuhan dengan kata-kata. Ya itu versi KBBI, kalau menurut teman-teman apa? Namun, saya dapat menangkap bahwa anak kecil yang “gloso-gloso”, teriak gak jelas, buang-buang barang, nangis kuwenceng itu dapat dikategorikan tantrum.
Umumnya tantrum itu sering terjadi bagi anak-anak rentang usia 1-4 tahun, tapi usia selain itupun bisa juga dihinggapi tantrum, lebih-lebih remaja, yang masa pra-baligh atau sesudahnya. Emosi yang susah dikontrol, marah-marah dan berteriak gak jelas dihadapan orangtua tentu itu perilaku yang dapat dikatakan kurang baik. Keukeuh minta HP baru misalnya, maksa-maksa bahkan membentak orang tuanya, padahal mereka tidak tahu kondisi ekonomi yang sedang dialami orang tuanya, barangkali orang tuanya sedang kesusahan, sementara mereka masih suka nuntut ini itu, bahkan tantrum gak jelas.
Anak yang keren bukan yang main ML rank tinggi, paling-paling nantinya hanya jadi ajang pamer kepada circle pertemanan mereka, sudah tentu anak yang keren tidak menyusahkan orang tuanya, ia menyejukkan hatinya, gemar membantu pekerjaan rumah. Mindset keren ala-ala banyak orang kebanyakan harus sedikit demi sedikit kita gerus, keren yang sebenarnya yaitu anak yang Sholih itu sendiri.
Jadi ya manteman, kita harus keren menjadi pribadi yang sholih, suka membantu orangtua, bukan justru malah suka tantrum gak jelas dan makin menyusahkan mereka. Agar jadi tambah keren dan sholih tentu mengkaji Islam secara kaaffah pastinya. Semangat gaes… [Kang Ranto]




