Yang Penting Berkuasa Dalam Kontestasi Politik

Politik Kuasa

Ada ungkapan liar yang menarik sekaligus memilukan dalam kontestasi politik beberapa bulan yang lalu, yaitu “Lebih baik menang curang daripada kalah terhormat”.

Dalam setiap pemilu, etika politik menjadi sorotan utama. Para calon dan tim kampanye mereka dihadapkan pada pilihan yang menantang antara menjaga integritas atau mengorbankan nilai-nilai demi kemenangan. Fenomena ini tidak hanya terjadi di Negeri ini, tetapi juga di banyak negara yang menganut sistem demokrasi.

Bacaan Lainnya

Negeri ini berpenduduk mayoritas beragama Islam. Dan sebagian besar para calon yang maju dalam kontestasi politik juga beragama Islam. Jadi sudah seharusnya quote liar diatas tidak berlaku disini.

Tetapi mau dikata apa, seolah kata “Yang penting menang” sudah terhujam dibenak kebanyakan para politisi yang ikut kontestasi politik di negeri ini, yang pada akhirnya mengesampingkan nilai-nilai kejujuran.

Kenapa semua ini bisa terjadi? Bukankah banyak para calon yang terlahir dari keluarga yang religius?

Persoalan utamanya sebenarnya sudah jelas, seperti apa yang sudah disampaikan dibeberapa artikel maupun video teman-teman dari Hizbut Tahrir atau tokoh-tokoh yang lain, yaitu sekulerisme. Dan para elite Politik, kami kira juga sudah banyak yang paham terkait hal ini. Tetapi masalahnya para elite terpenjara dalam sistem tersebut, entah itu karena kepentingan atau motif yang lainnya. Dimana sistem Demokrasi – Sekulerisme inilah yang mewajibkan bahwa nilai-nilai agama jangan dibawa-bawa diranah politik. Yaitu pemisahan antara kehidupan bermasyarakat dan segala yang berhubungan dengan pemerintahan dari masalah keagamaan, atau secara sederhana sekularisme adalah pemisahan antara agama dan politik. Inilah persoalan yang sebenarnya.

Terus apa yang harus kita lakukan? Mengedukasi masyarakat sampai menjadi pemahaman umum, bisa melalui media sosial, pasar, warung-warung kopi ataupun yang lain, bahwa sekulerisme adalah biang dari persoalan bangsa ini. Karena sekulerisme-lah hukum-hukum Islam tidak bisa diterapkan di negeri yang berpenduduk mayoritas beragama Islam ini. [Jady Rembang]

Pos terkait