Berjuang Bersama Kita Meraih Mimpi

Pada awal gagasan khilafah disampaikan ke publik (Indonesia), banyak yang mencibir bahwa hal ini adalah sebuah omong kosong dan utopis. Bahkan, mereka meyebut gagasan yang agung ini sebagai mimpi di siang bolong, berbagai alasan mereka kemukakan.

Seiring berjalannya waktu, gagasan yang awalnya dianggap sebagai mimpi ini mendapat sambutan yang sangat luar biasa dari banyak kalangan, tidak hanya umat Muslim, tetapi juga dari umat non muslim pun menaruh harapan besar kepada penegakan kembali Khilafah ini.

Bacaan Lainnya

Dari sambutan umat yang sangat luar biasa inilah kemudian khilafah yang awalnya dianggap hanya sebagai mimpi di siang bolong, mulai mendapatkan respon yang serius dari kelompok yang dulu menganggap hal ini hanya sebagai mimpi. Mereka mulai mencari-cari cara agar gagasan Khilafah ini tidak diminati oleh masyarakat, khususnya nasyarakat yang beragama Islam.

Berbagai macam cara mereka lakukan, mulai dari fitnah terhadap gagasan yang sebenarnya lahir dari ajaran Islam ini, sampai memfitnah organisasi maupun pengemban dakwahnya. Disinilah pergolakan pemikiran itu mulai terasa.

Saya sebagai bagian kecil dari umat Islam yang ikut terlibat didalam kelompok penyampai gagasan Khilafah ini tentu sangat bersyukur, karena ditakdirkan bisa ikut berkontribusi didalam perjuangan ini, walaupun keberadaan saya didalamnya tidak mempuyai kontribusi apa-apa. Tetapi paling tidak hal ini meyakinkan saya akan beberapa hal.

Pertama, Khilafah ini adalah bagian dari ajaran Islam, dan dulu pernah diterapkan oleh pedahulu kita (umat Islam).

Kedua, ketiadaan Khilafah inilah yang telah membuat kondisi umat Islam semakin terpuruk dan terpecah belah.

Ketiga, dengan tiadanya Khilafah inilah yang membuat banyak hukum-hukum syariat Islam yang agung tidak bisa diterapkan secara menyeluruh, bahkan yang wajib pun masih banyak yang mengabaikan (melanggarnya) karena tidak ada sanksi dari pelanggaran tersebut. Misal, orang Islam yang tidak mengerjakan sholat, puasa, dan zakat, mereka santai-santai saja, padahal apa yang dilakukan itu adalah termasuk dosa besar. Naudzubillah min dzalik.

Melihat carut marut dan apa yang terjadi saat ini, keberdaan Khilafah adalah sangat dibutuhkan dan merupakan suatu keharusan. Tidak berarti keberadaan khilafah nanti tidak akan lagi ada masalah atau kemaksiatan, tetapi masalah dan kemaksiatan itu bisa diminimalisir bahkan dihilangkan dari kehidupan umat karena penegakan secara menyeluruh atas hukum syariat Islam yang bersumber dari Al Quran dan Sunnah Nabi Muhammad saw.

Maka dari itu, marilah kita berjalan bersama dan bergandengan tangan untuk bersama-sama memperjuangkannya. Jangan lagi melihat baju kita, tetapi lihatlah apa yang diperjuangkan ini, yaitu suatu gagasan yang menjadi bagian dari ajaran Islam itu sendiri. Jangan malah sebaliknya, kalian menjadi bagian dari umat Islam yang memusuhi Khilafah yang termasuk ajaran Islam ini. Jadilah umat Islam yang cerdas dan berpegang teguh kepada kebenaran. Dan marilah kita bersama meraih nimpi itu.

Wallahu’alam. [Jady Rembang]

Pos terkait