Jangan Ganggu Orang Lain dengan Lisanmu, Apalagi Caci Maki

Sobat, sesungguhnya setiap hati, lisan dan amal pasti dihisab kelak. Pada saat Allah menegakkan keadilan. Lisan kita yang menyakiti orang lain, khususnya sesama muslim pasti dihisab tanpa kecuali.

Diriwayatkan dari Abu Musa Al-Asy’ari radhiyallahu ‘anhu, beliau bertanya kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, “Wahai Rasulullah! Siapakah kaum muslimin yang paling baik?”

Bacaan Lainnya

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab,

Seorang muslim yang tidak mengganggu orang lain dengan lisan atau tangannya.” (HR. Bukhari no. 11 dan Muslim no. 42)

Mengganggu dengan lisan, bisa jadi dengan perkataan yang menyakitkan, atau yang lainnya (misalnya, mengejek dengan menjulurkan lidah). Dan disebutkan “tangan” dalam hadits di atas karena mayoritas gangguan kepada orang lain itu disebabkan oleh tangan. Sehingga hal ini tidak menihilkan gangguan melalui anggota tubuh yang lain, misalnya kaki atau yang lainnya.

Bahkan lisan yang menyakiti dengan caci maki seperti umpatan goblok, tolol, dll kepada orang lain bisa menyebabkan kita bangkrut di hari kiamat. Meskipun kita membawa banyak pahala ibadah seperti sholat, puasa, haji dll.

Baginda nabi Muhammad Saw bersabda:

Dari Abu Hurairah Radhiyallahu anhu , Rasûlullâh Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Tahukah kamu siapakah orang bangkrut itu?” Para Sahabat Radhiyallahu anhum menjawab, “Orang bangkrut menurut kami adalah orang yang tidak punya uang dan barang.” Beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Sesungguhnya orang bangkrut di kalangan umatku, (yaitu) orang yang datang pada hari kiamat dengan membawa (pahala amalan) shalat, puasa dan zakat. Tetapi dia juga mencaci maki si ini, menuduh si itu, memakan harta orang ini, menumpahkan darah orang ini, dan memukul orang ini. Maka orang ini diberi sebagian kebaikan-kebaikannya, dan orang ini diberi sebagian kebaikan-kebaikannya. Jika kebaikan-kebaikannya telah habis sebelum diselesaikan kewajibannya, kesalahan-kesalahan mereka diambil lalu ditimpakan padanya, kemudian dia dilemparkan di dalam neraka.” [HR. Muslim, no. 2581]

Semoga kita terhindar dari keburukan lisan kita. Aamiin.

Ngaji yuk! [Ustadz Abu Zaid R]

Pos terkait