Al Liwa dan Ar Rayah Panji Pemersatu Umat Islam

Sekitar 2500 masa dari Aliansi Masyarakat Muslim Semarang Peduli Palestina, Sabtu pagi 15 Juni 2024 memadati area lapangan Simpang Lima Semarang.

Aksi damai yang bertajuk “Semarang Untuk Palestina” itu dimulai dari Balai Kota Semarang, kemudian Long March menuju lapangan Simpang Lima Semarang dengan tertip. Masa juga meneriakkan yel yel dukungan kepada rakyat Palestina dan kecaman kepada ZIONIS YAHUDI. Masa aksi juga mengibarkan bendera Al Liwa dan Ar royah sebagai panji persatuan Umat Islam diseluruh Dunia.

Bacaan Lainnya

Salah satu orator aksi yaitu Ustadz Abdullah Iar bertanya kepada peserta aksi, Kenapa yang berkibar diaksi ini hanya bendera Al Liwa dan Ar royah, bukan bendera Palestina.

Kenapa aksi ini yang berkibar hanya bendera Al Liwa dan Ar royah? Kenapa bukan bendera Palestina yang berkibar?” tanya beliau.

Kemudian beliau melanjutkan dengan penjelasan, bahwa sebelum perang dunia ke satu umat Islam hanya mempunyai satu bendera, dan setelah perang dunia ke satu, setelah perjanjian Sykes-Picot Umat Islam menjadi mempunyai banyak bendera.

Ketahuilah, sebelum Perang Dunia satu, kaum Muslim hanya mempunyai satu bendera, yaitu bendera *Laa Ilaahaillallah Muhammadurrasulullah*. Setelah perang dunia ke satu, ketika daulah Khilafah Turki Utsmani dikalahkan Inggris dan Prancis dengan perjanjian Sykes-Picot, mereka membuatkan bendera-bendera bagi Negeri-negeri muslim itu untuk menggantikan bendera Laa Illahailallah Muhammadurrasulullah”, tegas beliau. 

Ustadz Abdullah Iar melanjutkan, bahwa setelah perjanjian Sykes-Picot itu Palestinia seakan-akan berjuang sendiri.

Maka bendera-bendera itulah yang menjadikan Palestina seakan-akan berjuang sendiri, karena negara-negara yang lain, mereka berpegang bendera-bendera Nasionalisme masing-masing,” pungkas Beliau. [Jd]

Pos terkait