Hubbul wathon minal iman atau biasa diartikan dengan cinta tanah air sebagian dari iman adalah “mantra” yang saat itu bisa membangkitkan semangat juang rakyat Indonesia untuk melawan penjajah Belanda.
Bagi sebagian orang, hubbul wathon yang saat ini diartikan dengan paham nasionalisme adalah hal wajib yang harus dimiliki oleh setiap individu warga negara jika tidak mau dicap sebagai radikal, teroris, anti Pancasila, NKRI dan Kebhinekaan serta tidak mau dituduh merongrong dan menghancurkan negara.
Pertanyaannya, apakah benar demikian?
Mari kita terapkan semboyan Hubbul wathon minal iman pada peristiwa besar saat ini, yakni penjajahan Zionis Israel terhadap rakyat Palestina dan tembok besar perbatasannya dengan Mesir.
Jika benar Hubbul Wathon Minal Iman atau cinta tanah air itu sebagian dari iman, apakah rakyat Mesir adalah orang yang paling beriman karena begitu cintanya mereka terhadap tanah airnya? Bukankah dengan membuat tembok perbatasan dengan Palestina adalah hal yang paling “tepat” untuk membuktikan kecintaan mereka terhadap tanah airnya? Bayangkan jika rakyat Mesir tidak membuat tembok perbatasan dengan Palestina tersebut, Pastilah rakyat Palestina akan masuk ke tanah airnya (Mesir) dan dengan itu maka area perang akan meluas dan rudal-rudal Zionis (laknatullah) malah akan menghancurkan tanah air mereka (Mesir).
Maka dari itu, sebagai manusia yang berakal seyogyanya dan pastilah kita akan setuju dan mendukung dibangunnya tembok perbatasan Mesir dengan Palestina tersebut, karena dengan demikian maka kita tahu praktek dan wajah asli Hubbul wathon minal iman itu yaitu lebih mementingkan dan mempertahankan tanah airnya daripada harus menolong saudaranya yang se-Aqidah yang tengah mendapatkan serangan brutal dari Zionis Israel.
Semboyan Hubbul wathon minal iman tak ubahnya seperi paham Nasionalisme yang membahayakan persatuan Umat Islam di seluruh penjuru dunia. Oleh karena itu, sebagai seorang Muslim, kita harus menjauhi dan mencampakkan semboyan tersebut serta mengedukasi masyarakat akan bahaya diterapkannya semboyan itu bagi ukhuwah islamiah. [Firman Teguh Adinata]





