Sekitar 10 tahun yang lalu, kami pernah ditegur oleh salah satu pengurus masjid dan kebetulan beliau juga menjabat sebagai Sekretaris Dewan waktu itu, karena telah menyebarkan buletin dakwah yang isinya mengajak orang berfikir akan kondisi yang ada. Beliau melarang kami untuk mengusik ketenangan jama’ah masjid yang sudah tentram dan damai, dan dilarang memberikan pemahaman – pemahaman yang aneh – aneh menurut beliaunya. Kurang lebih seperti itu penyampaian beliau.
Pola pikir seperti beliau ini memang sedang berkembang dikalangan masyarakat kita, mengkondisikan seolah – olah kondisi saat ini sedang baik – baik saja, aman, tentram dan damai. Makanya, banyak yang tidak suka dengan siapa pun yang melakukan amar ma’ruf nahi munkar.
Dulu dakwah Rasulullah saw juga dianggap mengusik ketenangan oleh kaum kafir Quraisy Makkah. Bahkan, perlakuan mereka kepada Rasulullah dan para sahabat sangatlah keji, mulai dari cacian sampai penganiayaan secara fisik.
Kebanyakan umat Islam memang menganggap kondisi yang ada saat ini sedang baik – baik saja, tenteram dan nyaman. Mereka tidak menyadari bahwa ada bahaya perusakan aqidah, moral, politik, dan ekonomi secara masif yang dilakukan oleh kaum kafir barat melalui tokoh – tokoh Islam liberal di sekeliling mereka. Para tokoh itulah yang mengkondisikan kenyamanan, ketenangan, dan ketentraman semu. Padahal pelegalan kemaksiatan melalui undang – undang siap menghancurkan keluarga mereka.
Dakwah itu memang harus mengusik pikiran, membuat gelisah, menciptakan ketidaktenangan akan maraknya kemaksiatan yang ada, agar masyarakat itu sadar bahwa kondisi saat ini sedang tidak baik – baik saja. Kemudian mereka ikut mengambil peran, menyampaikan kembali kepada orang – orang terdekat mereka untuk diajak berbenah. Dari kondisi jahiliyah modern ini menuju ke dalam kehidupan yang lebih baik.
Satu – satunya yang bisa membuat kondisi ini menjadi baik, bahkan lebih baik adalah Islam. Kembali ke tatanan Islam seperti apa yang pernah diterapkan pada zaman dahulu. Pada zaman Rasulullah, para sahabat, dan para khalifah umat muslim terdahulu.
Wallahu’alam… [Sahabat Pena: Jady Rembang]





