Indonesia Milik Allah, Bebaskan dari Sekulerisme

Siapapun boleh berkontribusi atas kebaikan negeri ini. Tidak hanya membatasi kaum Nasionalis saja yang boleh berkontribusi atas negeri ini.

Tuduhan tidak mencintai negeri sendiri kepada para pengemban dakwah yang menginginkan syariat Islam diterapkan di negeri ini makin hari makin menjadi. Mulai dari tuduhan makar, tidak nasionalis, lupa akan budaya sendiri, dan tuduhan-tuduhan keji yang lain. Seolah tidak ada ruang untuk Islam di negeri yang katanya mayoritas penduduknya beragama Islam.

Bacaan Lainnya

Paham Sekulerisme yang sudah merasuk kepada sebagian kalangan tokoh umat Islam sepertinya sudah mendarah daging. Pasalnya, mereka lebih memilih dan mempertahankan hukum warisan Belanda dan membuat hukum sendiri daripada menerapkan hukum syariat Islam yang benar – benar sudah dijanjikan akan keberkahannya jika diterapkan di suatu negeri. Tetapi mereka tidak memperdulikannya, entah karena memang mereka belum paham atau ada agenda sendiri untuk menyingkirkan Islam dikancah perpolitikan, sesuai arahan negara – negara Barat. Karena Barat paham betul, jika Islam diterapkan akan menghambat, bahkan bisa menghentikan hegemoni mereka terhadap negeri kaum Muslim. Artinya, mereka tidak bebas menancapkan pengaruh politiknya dan mengeruk kekayaan alam di negeri tersebut.

Inilah yang harus terus dipahamkan kepada masyarakat, khususnya warga yang beragama Islam, bahwa negeri mereka hari ini sedang tidak baik-baik saja, negeri mereka sejatinya dijajah secara politik dan ekonomi yang mengakibatkan dampak yang sangat luar biasa kepada kehidupan mereka. Hal ini yang harus terus menerus disampaikan kepada masyarakat supaya menjadi pemahaman publik dan mereka merespon dengan menuntut akan perubahan kepada penerapan Islam, bukan yang lain.

Wallahu’alam… [Sahabat Pena: Jady Rembang]

Pos terkait