Nestapa Palestina, Umat Islam Harus Bersatu

palestina

Seperti dilansir cnnindonesia.com (10/12/2023), menyebutkan bahwa serangan udara Israel di Khan Younis, Gaza, menghantam sebuah rumah hari ini. Akibatnya, 10 warga Palestina tewas. Kantor berita WAFA melaporkan selain 10 orang meninggal, ada puluhan warga mengalami luka yang cukup serius. Bahkan, sejumlah orang juga dikabarkan hilang di bawah reruntuhan di sebelah barat Khan Younis.

Khan Younis menjadi salah satu tempat yang digunakan untuk menampung puluhan warga Palestina yang kehilangan tempat tinggal akibat pertempuran di Gaza Utara. Tapi kini, tempat tersebut juga diserang oleh militer Israel tanpa henti.

Bacaan Lainnya

Kementerian Kesehatan di Gaza mengatakan hingga Sabtu (9/12), sebanyak 17.487 orang tewas dalam perang yang terjadi sejak Oktober lalu. Selain itu 1,9 juta dari 2,4 juta penduduk Gaza itu juga mengungsi.

Selain itu, dilaman news.detik.com (10/12/2023) menyebutkan pasukan Israel melakukan serangan ke Gaza selatan yang menjadi tempat ratusan ribu warga sipil melarikan diri dan mencari perlindungan dari pemboman dan pertempuran sengit Israel dengan militan Hamas di Gaza utara.

Selain itu, Israel telah memerintahkan penduduk Khan Younis keluar dari pusat kota itu dan menggempur daerah itu semalaman. Israel mengklaim serangannya mengalami kemajuan.

Israel pada hari Sabtu mengatakan 137 tawanan masih berada di wilayah Palestina. Dengan sedikitnya pilihan keselamatan, orang-orang di Jalur Gaza mencari perlindungan di rumah sakit sejak hari Sabtu.

Di bagian utara Kota Gaza, ribuan orang berlindung di rumah sakit Al-Shifa, yang tidak lagi berfungsi dan sebagiannya hancur akibat serangan Israel bulan lalu. Ratusan tenda darurat yang terbuat dari potongan kain dan plastik memenuhi halaman dan taman rumah sakit di tengah tembok yang runtuh.

Seorang warga bernama Suheil Abu Dalfa (56) mengatakan dia melarikan diri dari pemboman besar-besaran yang dilakukan pesawat dan tank Israel.

Begitulah kiranya kondisi dan keadaan warga Palestina menghadapi serangan demi serangan dari Zionis Yahudi la’natullah ‘alaihim. Semoga Allah selalu berikan kekuatan dan kesabaran kepada saudara – saudar dan pejuang – pejuang Islam disana.

Respon Dunia Internasional Terhadap Konflik Israel – Palestina

Atas kebiadaban dan kekejaman yang dilakukan oleh Zionis Yahudi La’natullah ‘alaihim, banyak pihak yang melakukan respon dan mengutuk kejahatan yang dilakukan Zionis.

Salah satunya adalah negara Adidaya Rusia. Presiden Rusia, Vladimir Putin, menekankan pentingnya penciptaan negara Palestina merdeka dengan Yerusalem Timur sebagai ibu kotanya sebagai solusi untuk konflik ini. Rusia juga menolak memasukkan Hamas sebagai organisasi teroris, berbeda dari tindakan yang diambil oleh Uni Eropa dan AS.

Selain itu, negara Iran yang merupakan negara paling vokal mengkritik Israel, menggambarkan perlawanan rakyat Palestina sebagai respons alami atas penindasan yang mereka alami dari Israel. Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Nasser Kanani, telah dengan tegas menyuarakan kecaman terhadap serangan Israel.

Begitu juga dengan Indonesia bersikap atas perbuatan Zionis tersebut. Presiden Jokowi mengatakan bahwa Indonesia sangat marah terhadap memburuknya situasi di Gaza, terutama situasi kemanusiaan. Presiden Joko Widodo kembali menegaskan sikap pemerintah Indonesia yang mengutuk keras serangan Israel terhadap warga Palestina di Gaza. Presiden Jokowi mengatakan bahwa Indonesia sangat marah terhadap memburuknya situasi di Gaza, terutama situasi kemanusiaan. Selain itu, Presiden Jokowi juga mendorong agar bantuan kemanusiaan dipercepat. Menurutnya, Indonesia akan segera mengirimkan bantuan kemanusiaan bagi rakyat Palestina pada pekan ini.

Namun, bentuk respon yang dilakukan oleh berbagai negara yang prihatin atas konflik Israel – Palestina baik dalam bentuk material maupun immaterial ternyata tidak mampu mengatasi konflik tersebut. Bahkan serangan demi serangan Zionis terus dilakukan untuk menghancurkan Palestina.

Nasionalisme, Pangkal Penderitaan Rakyat Palestina

Penderitaan rakyat Palestina dan serangan membabi buta dari Zionis yang terjadi sampai hari ini adalah karena ketiadaan persatuan Umat Islam di seluruh dunia. Bahkan, para penguasa di negeri – negeri Muslim saat ini diracuni oleh ide nasionalisme dan politik negara bangsa. Ide semacam inilah yang menyebabkan mereka melihat muslim di beberapa negera seperti Palestina, India, Myanmar dan negera – negara lain seolah ada sekat yang membatasi ruang gerak dan wilayah kekuasaannya. Mereka dianggap sebagai warga negara asing di negeri asing daripada saudara – saudara mereka. Selain itu, ide nasionalisme berhasil memecah belah persatuan kaum Muslim, memperlemah bahkan bahkan menjadikannya sebagai legitimasi untuk tidak membela dan melindungi kaum muslim di belahan dunia lainnya.

Pos terkait