Hal ini bertentangan dengan Firman Allah SWT yang artinya,
“Sesungguhnya orang – orang mukmin itu bersaudara.” (TQS. Al Hujurat : 10)
Di ayat lain, Allah SWT juga berfirman yang artinya,
“(Tetapi) jika mereka meminta pertolongan kepadamu dalam (urusan pembelaan) agama, kamu wajib memberikan pertolongan.” (TQS. Al Anfaal : 72)
Namun atas nama nasionalisme, kaum muslim mengabaikan kedua ayat tersebut. Meski pada hakikatnya mereka dipersaudarakan dengan Aqidah Islam, nyatanya rasa persaudaraan itu kini seolah hilang dari benak mereka karena atas dasar nasionalisme. Akibatnya, tidak ada upaya mengirimkan bantuan nyata kepada saudara Muslim yang ada di Palestina. Padahal sejatinya, penguasa negeri – negeri Islam memiliki kuasa untuk mengirimkan tentaranya, tapi hanya bisa mengutuk dengan lisannya saja tanpa aksi nyata.
Ide nasionalisme ini telah membuat negeri-negeri muslim memandang penderitaan umat Islam di Palestina sebagai masalah asing dan bukan masalah mereka. Sehingga tidak menunjukkan sikap politik untuk bertindak kecuali untuk kepentingan nasional mereka sendiri.
Umat Islam harus sadar bahwa nasionalisme adalah ide yang berasal dari kafir barat penjajah. Yang tujuannya tidak lain adalah untuk menghancurkan kesatuan suatu negara, termasuk kesatuan umat Islam yang dulu pernah bersatu di bawah institusi Khilafah sebelum diruntuhkan oleh mereka.
Umat Islam Harus Bersatu
Rasulullah SAW bersabda,
“Perumpamaan sesama kaum mukminin dalam menjaga hubungan kasih sayang dan kebersamaan adalah seperti satu tubuh, jika satu anggota merasakan sakit, maka akan membuat seluruh tubuhnya terjaga dan merasakan demam.” (HR Muslim No. 2586)
Hadits di atas sudah sangat jelas bagi kita untuk merasakan betapa pedihnya penderitaan dan nestapa saudara – saudara kita yang ada di Palestina karena serangan – serangan dari Zionis Yahudi yang hampir tiap hari mendera mereka. Apakah kita hanya bisa diam melihat air mata, darah dan nyawa saudara – saudara kita tanpa ada yang melindungi dan membela mereka? Apakah kita hanya bisa diam menyimak penderitaan mereka hari demi hari tanpa ada yang menolong mereka? Apakah jangan – jangan kita bukanlah yang termasuk dalam hadits Rasulullah SAW di atas?
Oleh karena itu, kita sebagai Umat Islam harus bangkit dan bersatu dalam satu kekuatan, satu ikatan dan satu kepemimpinan dalam naungan satu negara, yakni Khilafah.
Lalu, apa yang bisa kita lakukan saat ini?
Pertama, dakwah harus dilakukan dengan menyadarkan pemikiran umat bahwa menjauhkan Islam dari kehidupan (sekularisme) tidak akan menjadikan kita sebagai umat terbaik, malah menjadi umat terpuruk dan terbelakang di segala lini kehidupan.
Dakwah juga harus memberikan penyadaran terhadap umat tentang bahaya nasionalisme yang tertanam pada diri kaum muslimin dan para pemimpin.
Kedua, segala daya dan upaya diberikan untuk menyuarakan fakta dan kebenaran yang sesungguhnya bahwa akar masalah Palestina adalah penjajahan Zionis Yahudi dan nestapa umat tanpa Khilafah. Maka, dakwah harus digencarkan, baik di dunia nyata maupun maya.
Ketiga, menyeru para penguasa muslim untuk kembali pada tanggung jawabnya sebagai pemimpin yang mengurusi urusan rakyat, termasuk menolong saudara seiman di mana pun berada.
Jadilah penolong-penolong agama Allah Swt., sebagaimana kaum Anshar yang menolong dakwah Rasulullah SAW dengan kekuatan dan kekuasaan mereka.
Dengan demikian, seruan dakwah agar terwujud Khilafah harus semakin digemuruhkan, agar permasalahan Palestina dapat segera berakhir dengan penyatuan seluruh kaum muslimin di dunia. [Abu Arkan]





