Jalan Dakwah: Sebab Sebab Gugur Dari Jalan Dakwah

1.Lemahnya Iman  

Iman adalah modal hidup kita. Dengan iman yang kuat kita akan mampu berjalan dengan kokoh menghadapi gelombang kehidupan dalam rangka taat kepada Allah dan RasulNya.

Bacaan Lainnya

Iman yang lemah membuat hidup kita kurang terarah. Hidup tumpang tindih berbagai persoalan yang bagi kita jadi ruwet bagaikan benang kusut tak bisa bedakan mana yang penting dan lebih penting dan paling penting sehingga tak mampu mengambil keputusan yang tepat.

Dalam perjuangan ini pastinya iman yang kokoh menjadi modal paling penting. Siapapun yang imannya lemah, keyakinannya lemah dan aqidahnya lemah tak kan bisa bertahan di jalan ini.

Khususnya adalah iman kepada janji Allah SWT. Kokohnya iman kita kepada janji Allah SWT akan memunculkan harapan yang kuat pula. Bahwa apa yang janjikan berupa kemenangan pasti akan tiba. Bahwa suatu hari nanti khilafah pasti berdiri menantang dunia untuk mewujudkan kemenangan dan kejayaan bagi manusia seluruhnya dalam naungan Islam rahmatan Lil alamin. Meskipun mungkin kita tak menjumpai masa masa kemenangan itu namun kita tetap semangat baja berjuang demi kebaikan yang akan diperoleh oleh manusia termasuk anak cucu kita insyaallah

Dalam berjuang ini Allah SWT dan rasulNya juga menjanjikan pahala yang besar. Ditengah kehidupan yang penuh maksiat ini maka pahala besar dalam dakwah ibaratnya adalah bonus besar diluar gaji yang pas Pasan. Bonus itulah yang akan kita pakai untuk melunasi hutang hutang kita yang banyak. Pahala besar itulah yang kita harapkan bisa menutupi dosa dosa kita. Maka kita pun akan makin smangat berjuang meskipun lelah, capai melanda. Kita maju terus dengan berharap pahala dari Allah.

Termasuk yang paling menentukan bagi kita untuk kuat berjuang adalah keimanan kepada rejeki dan ajal. Betapa banyak pejuang gugur dari dakwah karena alasan takut miskin dan atau takut mati. Mereka begitu mudah meninggalkan dakwah sebab ingin fokus bekerja mencari uang. padahal semua sudah Allah tentukan. Atau karena takut mati sehingga tak berani maju di Medan dakwah ini karena melihat tantangan yang menghadang. Padahal ajal juga sudah Allah tentukan.

Pendek kata jika aqidah lemah maka kecil kemungkinan bisa bertahan di jalan dakwah ini. Karena itulah kita mesti memperkuat iman kita dengan mengkaji serius aqidah setiap babnya dengan memahami sedetik mungkin dalil dalinya baik dalil aqli maupun dalil Naqli. Sehingga iman kita makin kokoh dalam jiwa. Dan dengan pertolongan Allah akan sanggup bertahan dan terus maju dalam Medan dakwah dengan seluruh tantanganya.

Kita juga harus terus berdoa agar Allah mengokohkan jiwa kita di atas iman yang kuat.

Dari Syahr bin Hawsyab, ia berkata, “Aku berkata kepada Ummu Salamah radhiyallahu ‘anha, ‘Wahai Ummul Mukminin, doa apa yang paling sering dibaca oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam jika ia berada di sisimu?’ Ummu Salamah menjawab, ‘Yang paling sering dibaca oleh Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam adalah: YAA MUQOLLIBAL QULUUB TSABBIT QOLBII ‘ALA DIINIK (artinya: Wahai Dzat yang Maha Membolak-balikkan hati, teguhkanlah hatiku di atas agama-Mu).’” (HR. Tirmidzi, ia berkata bahwa hadits ini hasan) [HR. Tirmidzi, no. 3522 dan Ahmad, 6:315]

Ya Allah ampunilah kami dan istiqamah kancah kami dijalan perjuangan ini.

Semoga Allah mengokohkan iman kita hingga diberi kemampuan berjalan diatas dakwah ini hingga akhir nafas dengan Husnul khatimah. Aamiin. [Ustadz Abu Zaid R]

#Ngaji yuk!

Pos terkait