Upaya Istiqomah Pejuang Senior

Time line kehidupan kita terus bergerak tanpa bisa dihentikan meski sedetik. Secara pasti kita bertambah tua waktu demi waktu. Sama saja baik kita manfaatkan usia muda untuk berjuang atau tidak pasti tetap menua. Berupaya terus menapaki jalan perjuangan adalah upaya kita meraih Istiqomah dan husnul khotimah.

Semakin senior alias makin tua kita, memasuki usia 40 an, 50 an apalagi 60 an maka ada beberapa hal yang biasa terjadi:

Bacaan Lainnya
  1. Makin jarang ketemu kawan kawan seperjuangan yang seumuran. Bisa karena aktifitas maisyah atau bisa karena beda amanah dakwah. Banyak juga para pejuang yang sudah berangkat duluan ke negeri impian dijemput oleh Allah SWT meninggalkan dunia ini. Ada juga sebagian yang tidak lagi bisa mobil berdakwah sebab sakit yang mendera.
  2. Beban hidup pada usia 40 an, khususnya sekolah anak anak biasanya juga makin tinggi. Anak anak mulai masuk atau masih belum selesai kuliah. Nah, kuliah saat ini umumnya sangat mahal. Harus mengerahkan segala upaya agar bisa mbayar kuliah. Dengan kesibukan maisyah inilah kita mungkin makin jarang bisa ngumpul ngumpul dengan kawan sebaya baik hadir agenda dakwah maupun sekedar ngopi.
  3. Adanya amanah tertentu dalam dakwah yang membuat kita seringkali harus fokus kan waktu dan tenaga hingga jarang berkesempatan ngumpul sama kawan kawan.
  4. Para pejuang muda masih segan untuk berkarya akrab dengan kita yang senior karena berbagai faktor.

Nah, kondisi kondisi di atas tidak jarang membuat kita merasa sepi. Sadar atau tidak kita merasa sendiri. Jika kita adalah seorang yang terbuka dan menjaga komunikasi dengan kawan kawan seperjuangan insyaallah tidak masalah. Namun jika kita adalah orang yang tertutup dan jarang atau tak suka komunikasi dengan kawan kawan maka kesendirian ini bisa jadi masalah. Minimal akibatnya jadi kurang update info tentang dakwah yang bisa jadi berakibat pada persepsi yang salah baik terhadap person kawan seperjuangan ataupun agenda agenda dakwah. Kemudian berkembang menjadi kesalahpahaman yang sulit diselesaikan karena komunikasi yang tak lancar.

Bagaimana caranya agar kita tetap on the track di jalan dakwah diusia tua?

Beberapa hal ini mungkin bisa menjadi panduan:

  1. Tetap fokus pada tujuan meraih ridho Allah SWT dalam berjuang sehingga tetap siap sedia  berdakwah secara optimal kapan saja.
  2. Tetap mengambil peran peran dakwah yang optimal sesuai kemampuan. Baik jadi guru maupun mengampu berbagai kegiatan. Jangan kita nganggur dari amanah dakwah yang akan membuat kita makin jauh dari pusaran panas energi perjuangan.
  3. Tetap menjalin komunikasi dengan teman teman sejawat baik yang sudah senior maupun yunior. Khususnya orang orang yang memiliki amanah tertentu. Kita tetap dengan senang hati membangun komunikasi baik untuk sekedar nanya kabar maupun memberikan nasehat, masukan, kritik, dll.
  4. Membersamai para generasi muda dalam berdakwah agar kita tetap semangat sebagaimana para pemuda.
  5. Mohon kepada Allah keistiqohan dan husnul khotimah. Juga saling mendoakan dengan sesama pejuang agar bisa Istiqomah.
  6. Silahkan sobat tambahkan upaya lain yang penting.

Demikian lah, kita bukanlah singa Padang rumput yang ketiga sudah tua harus pergi menyendiri untuk mati karena kalah bertarung dengan yang muda. Kita adalah pejuang Islam yang makin tua harus makin semangat dan rajin berdakwah. Dan harus berupaya memberi teladan kepada generasi muda.

Moga kita menjadi hamba yang istiqomah yang makin tua makin mulia. Sebagaimana sabda nabi Muhammad Saw:

Dari ‘Abdullah bin Busr, ada seorang Arab Badui bertanya pada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, siapakah manusia yang paling baik. Jawaban Rasul shallallahu ‘alaihi wa sallam,

(Yang paling baik adalah) yang panjang umur dan baik pula amalnya.” (HR. Tirmidzi, no. 2329; Ahmad, 4:190).

Moga kita istiqomah hingga husnul khotimah. Tetap ngaji yuk! [Ustadz Abu Zaid R]

Pos terkait