Tua Tua Keladi, Makin Tua Makin Rajin Dakwah dan Ngaji

Benar kata orang bahwa menjadi tua itu kepastian sementara dewasa itu pilihan. Salah satu ciri penting kedewasaan kita adalah faham time line hidup kita. Khusunya saat time line menunjukkan usia tua, memasuki usia 40 an.

Jika kita memasuki usia 40 an maka cara berfikir dan beramal pun harus menyesuaikan. Harus makin semangat dan pol polan menyiapkan bekal untuk mati. Untuk perjalanan ke alam akhirat. Perjalanan yang sangat panjang dan kekal. Kekal dalam bahagia atau belaka. Tentu saja kita tak mungkin siap untuk hidup kekal dalam celaka bukan?

Bacaan Lainnya

Nah disinilah kita dituntut untuk lebih fokus bersiap memaksimalkan segala potensi untuk beramal Sholih. Selain kewajiban ibadah mahdhoh seperti sholat, puasa, zakat, haji dll tentunya masih ada kewajiban agung yang menjanjikan pahala berlipat ganda yang wajib kita lakukan yakni dakwah..

Oleh karena itulah maka makin tua usia kita mestinya makin rajin dan semangat ngaji dan dakwah. Meski tubuh mulai renta. Mata kurang awas lagi. Telinga kurang peka lagi. Tenaga kurang gahar lagi. Namun semangat tak boleh kurang justru harus lebih semangat dan rajin karena waktu hidup kita makin mepet.

Bagaikan seorang dalam lomba lari maka begitu terlihat harus finish maka akan semakin berusaha sekencang kencangnya berlari agar bisa lebih dulu mencapainya. Jika dia malah memperlambat lari pasti dia kalah.

Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam telah memberikan kabar gembira dengan sabdanya:

“Barangsiapa yang menunjukkan kepada sebuah kebaikan maka baginya seperti pahala pelakunya[5].”

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

Artinya: “Barangsiapa yang menyeru kepada sebuah petunjuk maka baginya pahal seperti pahala-pahala orang-orang yang mengikutinya, hal tersebut tidak mengurangi akan pahala-pahala mereka sedikitpun dan barangsiapa yang menyeru kepada sebuah kesesatan maka atasnya dosa seperti dosa-dosa yang mengikutinya, hal tersebut tidak mengurangi dari dosa-dosa mereka sedikitpun [HR Muslim].”

Inilah bonus pahala yang sangat besar bahkan kontinyu mengalir meskipun kita sudah mati. Bukankah ini yang kita inginkan?

Oleh karena itu usia tua bukan alasan untuk mengurangi aktifitas ngaji dan dakwah. Justru sebaliknya wajib makin semangat dan rajin. Abaikan semua lelah dan kekurangan fisik yang menggerogoti kita sebab gadis finish mulai nampak jelas di depan mata.

Selamat berjuang sobat semoga kita istiqomah. Aamiin. [Ustadz Abu Zaid]

Pos terkait