Teringat apa yang disampaikan oleh Ustadz Abdullah Iar di dalam Podcast Channel Youtube Dakwah Jateng. Beliau menyampaikan bahwa ketika mendapatkan kekuasaan, maka kekuasaan itu harus digunakan untuk menolong agama Allah.
“Dalam paradigma politik Islam, kekuasaan itu harusnya dipakai untuk menolong Agama Allah. Bukan justru menjauhkan dari Agama Allah.” (Sumber: Channel Youtube Dakwah Jateng)
Betul apa yang dikatakan beliau. Karena begitulah seharusnya politisi yang beragama Islam ketika dipercaya umat untuk berkuasa. Bukan malah berlomba – lomba untuk menjauhkan Islam dari tatanan politik, menjauhkan Islam dari kehidupan.
Memang, fakta yang ada menunjukkan bahwa Islam tidak dipakai secara menyeluruh dalam mengelola hukum di negara ini. Meski ada hukum Islam yang dipakai, misal dalam hukum pernikahan, itupun ada tangan – tangan kaum feminisme yang berusaha ingin merubahnya.
Ini membuktikan bahwa negara kita ini memang menganut paham sekulerisme, yaitu suatu paham yang memisahkan agama dari tatanan kehidupan. Hukum syariat Islam hanya boleh diberlakukan untuk urusan individu, bukan untuk mengatur kehidupan bernegara.
Padahal kalau mereka ingin mengambil contoh mulai dari Nabi Muhammad saw, para Sahabat, dan para Khalifah yang pernah ada, Islamlah yang digunakan untuk mengatur kehidupan bernegara, bukan sistem Kapitalisme maupun Komunisme.
Begitulah seharusnya umat Islam ketika berkuasa, menjadikan Islam sebagai sebuah pencapaian tertinggi dalam kehidupan. Menjadikan syariat Islam sebagai satu – satunya undang – undang yang mengatur keberlangsungan dalam bernegara. Agar apa? Agar Allah menurunkan keberkahanNya disetiap lini kehidupan. Agar negara ini menjadi negara yang baldatun thoyyibatun warobbun ghofur seperti apa yang dicita – citakan kebanyakan umat Islam. [Sahabat Pena: Jady Rembang]
Wallahu’alam…





