Sobat dakwah, berdakwah dalam rangka merubah masyarakat jahiliah menjadi masyarakat Islam merupakan kewajiban yang agung. Itulah misi dakwah Baginda Nabi Muhammad Saw bersama para sahabatnya hingga dilanjutkan oleh generasi berikut sampai pada generasi kita kini.
Yang namanya kewajiban mestinya harus kita laksanakan semaksimal mungkin. Yakni bagaimana kita bisa menjalankan setiap aktifitas dakwah secara optimal bersamaan dengan aktifitas wajib yang lain seperti bekerja mencari nafkah dan mengurus keluarga. Ngurus istri, anak dan orang tua. Karena semua wajib maka tak boleh dibaikan tapi wajib semua dilaksanakan secara optimal.
Seringkali dengan alasan ngurus kerjaan dan keluarga kita menjadi tak optimal dalam berdakwah. Sering ijin dari agenda dakwah. Sering tak hadir ngaji. Dengan alasan banyak pekerjaan atau ada urusan keluarga. Memang bisa saja sekali kali agenda kerjaan dan keluarga itu bentrok waktunya dengan agenda dakwah. Namun jika acapkali begitu maka kita perlu bertanya pada diri sendiri apakah alasan kita sudah benar secara syar’i. Sebab kita sendirilah yang paling memahami layak tidaknya alasan untuk meninggalkan aktifitas dakwah. Jika hal ini terus berlanjut berulang kali maka tak heran jika akhirnya kita meninggalkan dakwah.
Oleh karena itulah sangat penting agar kita memiliki cara berpikir yang benar. Yakni, bahwa kita wajib menjadi bagian dari solusi untuk dakwah bukan malah menjadi problem. Jika kita belum mampu menolong dakwah dengan mengemban amanah amanah penting. Maka janganlah kita membebani dakwah dengan menjadi problem. Inilah cara berpikir yang mesti kita perhatikan. Sehingga dimanapun kita hadir kita menjadi bagian dari solusi dakwah. Meskipun baru pada tahap menjadi solusi bagi problem sendiri sehingga bisa senantiasa hadir dan menjalankan aktifitas yang menjadi beban pribadi kita.
Namun ada juga yang malah salah memaknai dan melaksanakan pemikiran di atas. Yakni karena tak mau menjadi beban bagi dakwah akhirnya malah meninggalkan dakwah. Tidak mau lagi mengemban dakwah. Tentu bukan seperti ini caranya. Sebab dakwah ini wajib jika tak kita laksanakan kita pasti berdosa. Jadi jangan menjadi problem tapi jadi solusi itu adalah dengan menjadi aktifis dakwah yang baik, yang aktif ngaji. Aktif hadir agenda dakwah dll. Bukan dengan meninggalkan dakwah agar tak membebani dakwah. Jika begini cara berpikir kita pastinya tak akan ada yang mau berdakwah.
Oleh karena itulah mari kita selesaikan urusan pribadi kita baik kerjaan maupun ngurus keluarga sehingga kita bisa hadir dalam dakwah. Inilah cara kita menjadi bagian dari solusi bagi dakwah yakni dengan cara memberesi urusan diri kita sendiri tanpa membebani guru atau kawan kawan yang lain. Meskipun wajar adanya jika suatu saat kita membutuhkan bantuan guru atau kawan kawan lain dalam rangka menyelesaikan satu masalah yang kita hadapi.
Jadi, marilah kita jadi bagian dari solusi baikan bagian dari problem dakwah. Allah berfirman dalam Surat Ali ‘Imran Ayat 104:
“Dan hendaklah ada di antara kamu segolongan umat yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh kepada yang ma’ruf dan mencegah dari yang munkar; merekalah orang-orang yang beruntung.”
Moga kita Istiqomah dalam perjalanan ini. Moga Allah mudahkan semua urusan sobat dakwah semuanya baik urusan kerjaan, keluarga maupun dakwah. Aamiin. Ngaji yuk! [Ustadz Abu Zaid R]




