Keutamaan Membantu Kesulitan Saudara Muslim

Dalam sistem kapitalis semua hak harus dibayar pakai uang. Disisi lain mayoritas manusia dibuat hidup pas pasan agar segelintir manusia serakah itu bisa menimbun kekayaan untuk 9 turunan dan tanjakan. Ratusan juta manusia kesulitan sekedar untuk makan. Termasuk diantaranya tentu saja kaum muslimin baik dinegri ini maupun di negeri lainnya. Sehingga sangat dibutuhkan kita bisa saling membantu meringankan kesulitan.

Keutamaan memberikan bantuan saat saudara kesulitan sangatlah besar dan agung. Bahkan pertolongan yang kita berikan akan menjadi jaminan bagi diberikannya pertolongan Allah untuk kita pada saat kita membutuhkannya.

Bacaan Lainnya

Dalam hadits Abu Hurairah, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

Allah senantiasa menolong hamba selama ia menolong saudaranya.” (HR. Muslim no. 2699).

Dari Ibnu ‘Umar, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

Siapa yang biasa membantu hajat saudaranya, maka Allah akan senantiasa menolongnya dalam hajatnya.” (HR. Bukhari no. 6951 dan Muslim no. 2580).

Dari Ibnu ‘Umar, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

Manusia yang paling dicintai oleh Allah adalah yang paling memberikan manfaat bagi manusia. Adapun amalan yang paling dicintai oleh Allah adalah membuat muslim yang lain bahagia, mengangkat kesusahan dari orang lain, membayarkan utangnya atau menghilangkan rasa laparnya. Sungguh aku berjalan bersama saudaraku yang muslim untuk sebuah keperluan lebih aku cintai daripada beri’tikaf di masjid ini -masjid Nabawi- selama sebulan penuh.” (HR. Thabrani di dalam Al Mu’jam Al Kabir no. 13280, 12: 453. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini hasan sebagaimana disebutkan dalam Shahih Al Jaami’ no. 176).

Al Hasan Al Bashri pernah mengutus sebagian muridnya untuk membantu orang lain yang sedang dalam kesulitan. Beliau mengatakan pada murid-muridnya tersebut, “Hampirilah Tsabit Al Banani, bawa dia bersama kalian.” Ketika Tsabit didatangi, ia berkata, “Maaf, aku sedang i’tikaf.” Murid-muridnya lantas kembali mendatangi Al Hasan Al Bashri, lantas mereka mengabarinya. Kemudian Al Hasan Al Bashri mengatakan, “Wahai A’masy, tahukah engkau bahwa bila engkau berjalan menolong saudaramu yang butuh pertolongan itu lebih baik daripada haji setelah haji?”

Lalu mereka pun kembali pada Tsabit dan berkata seperti itu. Tsabit pun meninggalkan i’tikaf dan mengikuti murid-murid Al Hasan Al Bashri untuk memberikan pertolongan pada orang lain.(Jaami’ul ‘Ulum wal Hikam, 2: 294).

Ditengah ajaran materialistis kapitalis yang makin individualis padahal makin banyak manusia kesulitan dalam hidup maka ajaran mulia dari Islam ini bisa menjadi solusi bagi banyak orang. Dimulai dari kaum kerabat kita kemudian tetangga kita kemudian para pejuang Islam dan seluruh umat Islam maka insyaallah akan banyak saudara kita terbantu. Disisi lain kita yang beramal Sholih ini akan mendapatkan pahala besar dan janji pertolongan Allah pada saatnya.

Semoga Allah berikan sifat welas asih khususnya kepada para pejuang Islam dan umat Islam seluruhnya. Serta umumnya manusia yang membutuhkan bantuan khususnya untuk kebutuhan primer.

Selamat berjuang Sobat. Semoga kita Istiqomah. Aamiin. [Ustadz Abu Zaid R]

#AynalMuslimun

Pos terkait