Disclaimer dulu ya gaes, ini hanya cerita imajinasi saja dari seorang penjual pisang. Hehehe…
Yuk kita mulai…
Di bagian timur peta dunia ada sebuah negeri yang bisa dikatakan “gemah ripah loh jinawi”. Kalau dilihat dari langit, negeri itu bersinar berwarna hijau bak Zamrud yang menawan.
Tanahnya ditumbuhi pohon setinggi menara. Di bawah tanahnya mengalir sungai minyak, urat emas, bongkahan batu bara, batu permata sebesar kepalan tangan Mike Tyson, dan masih banyak lagi kandungan sumber daya alamnya.
Lautnya luas dan biru, ikan melompat sendiri ke perahu, kerang bertelur mutiara, serta batu karang yang juga ikut menambah keindahan laut yang terbentang luas itu. Para penyair menyebut negeri itu sebagai “surganya dunia”.
Tapi anehnya, rakyatnya banyak yang miskin dan lapar.
Kenapa semua ini bisa terjadi? Sebenarnya penyebab persoalan ini terjadi sudah banyak yang menyadari, yaitu karena kebijakan – kebijakan ‘Pak Lurah’ yang lebih memanjakan Oligarki. Eksploitasi besar – besaran yang mengatasnamakan investasi menjadi bukti pengkhianat itu. Namun memang, untuk mempersoalkan hal ini tidaklah gampang, karena ada kekuatan besar yang melindunginya. Kekuatan besar itu tidak segan – segan menggilas siapa saja yang mempersoalkannya.
Fakta ini menunjukkan bahwa Oligarki itu memang lebih berarti dimata ‘Pak Lurah’ ketimbang kamu, iya kamu, rakyatnya. Mungkin karena ada andil besar si Oligarki itu kepada ‘Pak Lurah’ ya. Mungkin lho ini, pendukung ‘Pak Lurah’ jangan marah ya… Hehehe…
Inilah tabiat negeri yang menganut sistem kapitalis, segelintir pengusaha bisa mengendalikan banyak hal.
Rakyat harus mengingatkan agar Pemimpin negeri ini berbenah (Muhasabah Lil Hukkaam)
Muhasabah Lil Hukkaam inikan sebenarnya adalah tanda atau bukti cinta rakyat kepada pemimpinnya. Agar apa? Agar pemimpin tidak keluar dari jalur dan menjalankan fungsi kepemimpinannya dengan baik yang sesuai dengan syari’at Islam. Apalagi mayoritas penduduk negeri ini adalah beragama Islam.
Seperti fungsi utama kaca spion, kaca spion berfungsi untuk membantu pengemudi melihat area samping dan belakang kendaraan yang tidak terlihat secara langsung oleh mata atau berada di area blind spot (titik buta), guna meningkatkan keselamatan di jalan raya. Mungkin begitu seharusnya pemimpin memaknai nasihat (kritik) rakyatnya. Kecuali memang pemimpin ini sengaja melakukan pengkhianat untuk memanjakan Oligarki karena sudah punya andil besar atas posisi kepemimpinan yang diraihnya. Semoga saja tidak.
Ancaman bagi pemimpin dzalim sudah diperingatkan oleh Rasulullah SAW dalam haditsnya. Beliau SAW menjelaskan dalam haditsnya terkait ganjaran bagi pemimpin zalim. Disebutkan, mereka termasuk dalam golongan pertama yang akan masuk neraka.
Dari Abu Hurairah RA yang mengutip sabda Rasulullah SAW,
“Telah ditampakkan pada diriku tiga golongan pertama yang akan masuk ke dalam neraka, yaitu seorang pemimpin yang berbuat durhaka, orang kaya yang tidak mau menunaikan hak-hak Allah, dan orang miskin yang congkak.” (HR Ibnu Hibban dan ‘Uyainah)
Sebaliknya, pemimpin yang adil akan mendapatkan kedudukan yang sangat tinggi dan mulia di sisi Allah SWT, menjadi manusia yang paling dicintai-Nya, serta memperoleh naungan khusus di hari kiamat ketika tidak ada naungan selain naungan-Nya. [ Jady Rembang (Pegiat Media Sosial) ]
Wallahu ‘Alam.





