Geis, mestinya kita sadar bahwa hidup ini sangatlah singkat. Tak terasa waktu berlalu sudah 20, 30, 40, 50, 60 bahkan lebih dari 70 tahun. Sementara kita merasa masa kecil barulah lewat beberapa saat yang lalu. Usia sudah tua waktu tak banyak tersisa. Kematian makin dekat sementara bekal ke negeri akhirat belumlah memadai. Itulah hidup kita.
Oleh karena itulah seorang Mukmin wajib menggunakan waktunya pada berbagai perkara yang bermanfaat, karena umur (waktu) akan dimintakan pertanggung-jawabannya oleh Allâh Azza wa Jalla , digunakan untuk apa? Begitu pula ilmu, apa yang telah diamalkan darinya, dan selainnya. Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
Tidak akan beranjak kedua kaki seorang hamba pada hari kiamat hingga ia ditanya tentang umurnya untuk apa ia habiskan, tentang ilmunya, apa yang telah diamalkan, tentang hartanya dari mana ia peroleh dan ke mana ia habiskan, dan tentang tubuhnya -capek dan letihnya- untuk apa ia gunakan.[HR Tirmidzi]
Allâh Subhanahu wa Ta’ala berfirman:
Demi masa.Sungguh, manusia berada dalam kerugian, kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan kebajikan serta saling menasihati untuk kebenaran dan saling menasihati untuk kesabaran. [Al-‘Ashr/103:1-3]
Waktu yang sangat terbatas itulah modal pokok hidup kita yang Allah berikan. Semua bekal lain baik harta, ilmu, jabatan, kesehatan, bahkan keimanan pun terikat dengan waktu. Artinya semua masih bisa kita pakai jika masih ada waktu, masih ada umur. Jika waktu habis dan kita mati maka semua itu juga lenyap diambil lagi oleh Allah.
Nah ditengah desakan umur yang begitu singkat kita harus memanfaatkan dengan cara mencari pahala terbesar sehingga memadai untuk bekal ke akhirat. Tentunya dengan tetap menjalankan semua kewajiban dan meninggalkan yang haram semaksimal mungkin. Dan peluang terbesar itu tentu saja adalah memperjuangkan khilafah yang merupakan tajul furudh alias mahkota kewajiban. Juga sebagai ahammul wajibat alias kewajiban paling penting karena sebagai tempat bergantungnya pelaksanaan semua kewajiban. Tentunya akan mendapatkan pahala yang sangat agung yang bahkan tetap mengalir meskipun kita telah mati Beratus tahun sebelum kiamat.
Oleh karena itulah Geis, berjuang yuk!
Semoga kita Istiqomah. Ngaji yuk! [Ustadz Abu Zaid R]




