Sudah lebih dari satu tahun penjajahan Zionis di Palestina belum juga ada tanda – tanda akan berakhir. Malah sebaliknya, Zionis terus menurus memboombardir wilayah yang ada di Palestina. Tak sedikit warga Palestina yang menjadi korban keganasan Zionis Yahudi tersebut. Seperti dilansir voaindonesia.com (09/10/2024) menyebutkan bahwa Kementerian Kesehatan Palestina di Gaza, wilayah yang dikelola Hamas, mengatakan serangan terbaru itu membuat jumlah warga Palestina yang tewas di Gaza melampaui angka 42.000 orang.
Sementara itu, para penguasa negeri – negeri kaum Muslim disibukkan dengan kerjasama – kerjasama bilateral dan/atau multilateral di berbagai bidang untuk meningkatkan ekonomi dan politik di negaranya serta sedikit yang mau memikirkan nasib Palestina. Mereka memandang penjajahan yang ada di Palestina tidak begitu penting dan urgent untuk segera diselesaikan. Buktinya, mereka hanya bisa mengecam dan mengancam Zionis itu di beberapa forum perdamaian dunia tanpa bisa memberi solusi apapun.
Membela kaum Muslim Palestina tidak cukup hanya dengan kecaman dan ancaman, tetapi diperlukan kekuatan militer dari seluruh negeri – negeri kaum Muslim untuk bersatu melawan penjajahan dan mengusir Zionis Yahudi dari bumi Palestina dengan jihad fisabilillah. Namun, sekali lagi jihad tidak akan pernah terlaksana tanpa ada institusi negara yang menaunginya. Sehingga, dua perkara penting yang bisa menyelesaikan masalah yang ada di Palestina adalah Jihad dan Khilafah.
KH Ali Bayanullah, ulama Aswaja asal Sumedang, Jawa Barat dalam orasinya menyatakan bahwa tidak ada solusi lain atas Palestina selain jihad dan khilafah. “Tidak ada solusi lain atas masalah Palestina selain jihad dan khilafah,” tegasnya dalam Aksi Bela Palestina, Sabtu (9/11/2024) di depan Gedung Sate, Kota Bandung.
Untuk itu, kita sebagai Umat Islam harus bersatu, bahu membahu menolong saudara – saudara kita yang ada di Palestina dengan menyeru kepada para penguasa negeri – negeri Muslim untuk mengirimkan tentaranya membebaskan Palestina dari Zionis Yahudi La’natullah. [Abu Arkan]
Wallahua’lam…





