Sudah lebih dari satu tahun sejak Oktober 2023, Palestina menghadapi serangan bertubi-tubi dari Zionis Yahudi menyebabkan lebih dari 47.000 warga Palestina tewas. Meski telah dilakukan gencatan senjata yang dimulai pada 19 Januari 2025 lalu, Zionis Yahudi masih terus melakukan penyerangan ke Palestina.
Seperti diberitakan oleh www.aa.com.tr (24/01/2025), dua warga Palestina tewas dan satu lainnya terluka pada Kamis, 23 Januari 2025 dalam serangan Zionis di Jalur Gaza Selatan dan Tengah meskipun ada perjanjian gencatan senjata. Korban tewas akibat serangan artileri Zionis yang menargetkan sebuah rumah di lingkungan Tel Al-Sultan di Rafah Barat, Gaza Selatan, Palestina.
Di bulan Rajab yang mulia ini didalamnya terdapat peristiwa penting bagi Umat Islam, yaitu peristiwa Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad SAW. Selain memperingatinya dengan berbagai kegiatan, Isra’ Mi’raj menjadi momentum penting bagi Umat Islam yang ada di seluruh dunia untuk bersatu membantu rakyat Palestina mengusir penjajah Zionis Yahudi dari bumi Palestina dengan menyeru kepada para penguasa negeri – negeri Muslim untuk bersegera mengirimkan tentara dan pasukannya ke Palestina.
Masyarakat Muslim Indonesia yang tergabung dalam Umat Muslim Peduli Palesina melakukan Aksi Damai Bela Palestina yang diadakan pada tanggal 26 Januari 2025 di Jakarta. Dalam aksinya, mereka menyerukan pembebasan terhadap Palestina dengan meminta para penguasa negeri – negeri Muslim untuk mengirimkan tentaranya ke Palestina, berjuang bersama rakyat Palestina mengusir Zionis Yahudi dari Bumi Palestina yang diberkati.
KH Rokhmat S. Labib, salah satu ulama Aswaja sekaligus peserta aksi, dalam orasinya menyampaikan bahwa gencatan senjata yang yang telah disepakati ternyata tidak dilaksanakan dengan baik. Zionis Yahudi terus menerus melakukan penyerangan ke rakyat Gaza, Palestina dengan kejam.
“Gencatan senjata merupakan kesepakatan untuk menghentikan penyerangan di Palestina, tetapi Zionis Yahudi terus menerus melancarkan serangannya tanpa ampun ke wilayah Gaza, Palestina”, ungkapnya.
Lebih lanjut beliau mengatakan bahwa ketika kaum Muslim diperangi, maka tidak ada pilihan lain, kita wajib untuk memerangi mereka, Zionis Yahudi.
Rasulullah SAW bersabda,
“Seorang Muslim saudara terhadap sesama Muslim, tidak menganiayanya dan tidak akan dibiarkan dianiaya orang lain. Dan siapa yang menyampaikan hajat saudaranya, maka Allah akan menyampaikan hajatnya. Dan siapa yang melapangkan kesusahan seorang muslim, maka Allah akan melapangkan kesukarannya di hari qiyamat, dan siapa yang menutupi aurat seorang muslim maka Allah akan menutupinya di hari qiyamat.” (HR Al-Bukhari dan Muslim).
Dari hadits di atas, Rasulullah SAW menyampaikan bahwa seorang Muslim adalah saudara bagi Muslim lainnya yang mana tidak akan rela jika saudaranya dianiaya oleh orang lain.
Ini sudah sangat jelas, bahwa kita sebagai saudara Muslim harus ikut dan turut serta membantu perjuangan rakyat Palestina mengusir penjajah Zionis Yahudi dari Palestina dengan seruan yang keras kepada para Pemimpin Negeri Muslim untuk mengerahkan pasukannya menghancurkan Zionis Yahudi La’natullah ‘alaihim. Wallahua’lam. [Abu Arkan]
#AynalMuslimun
#WeNeedKhilafah
#AksiDamaiMuslimPeduliPalestina
#SaveP4lest1na





